
John Calvin by Simonetta Carr.
Published by Reformation Heritage Books, 2008
John Calvin lahir pada tanggal 10 Juli 1509 di Noyon bagian Utara Prancis. Calvin masuk sekolah di kolese Montaigu sekitar usia 13 atau 14 tahun. Sekolah yang begitu ketat namun Calvin juga begitu bijaksana memakai waktu untuk belajar dan berprestasi di sekolahnya.
Pada masa itu orang tua yang menentukan masa depan anak-anak. Ayahnya, Gerard, bekerja pada seorang uskup Katolik di Noyon, untuk mengurusi masalah-masalah hukum.
Gerard memiliki keinginan supaya puteranya menjadi seorang pendeta. Tetapi setelah Calvin diwisuda, ayahnya mengubah pikirannya dan mau supaya anaknya, Calvin, belajar ilmu hukum saja yang bisa menguntungkan.
Calvin taat kepada orang tua dan mengambil jurusan ilmu hukum di sekolah yang terbaik dan menerima ijin praktik hukum disana.
Setelah kematian ayahnya, Calvin kembali ke Paris untuk belajar bahasa asli dari Alkitab (bahasa Ibrani dan bahasa Yunani), serta tulisan – tulisan kuno yang terkenal.
Di Paris John Calvin membaca tulisan-tulisan para Reformator seperti Martin Luther, yang mengingatkan gereja supaya kembali ke ajaran asli Alkitab: yaitu bahwa manusia diselamatkan hanya oleh anugerah dan hanya oleh iman.
Sedangkan gereja Katolik Roma, satu-satunya gereja resmi yang berdiri pada waktu itu, mengajarkan bahwa untuk diselamatkan orang harus melakukan perbuatan baik.
Calvin mengatakan sulit baginya untuk menentang ajaran yang sudah diterima sejak lama, tetapi Ia tahu bahwa Alkitab adalah satu-satunya kebenaran. Ia menulis bahwa Allah telah mengubah hati dan pikirannya.
Gereja Katolik Roma bahkan para pejabat setempat dan raja pun tidak menyukai tulisan-tulisan para Reformator. Orang-orang yang tidak suka, pengawal-pengawal diperintahkan untuk menangkap Calvin.
Calvin harus melarikan diri dan menyamar sebagai petani sedangkan banyak orang-orang Kristen yang memihak kepada dia harus ditangkap bahkan termasuk salah seorang teman Calvin sampai harus dibunuh.
Melalui perjalanan yang sulit dan panjang tibalah Calvin di Basel. Yang dia inginkan sekarang adalah tempat tenang untuk menulis dan belajar. Dari tempat itulah Calvin menerbitkan karya yang agung di sepanjang sejarah literatur orang Kristen yaitu Institutes of the Christian Religion (Pengajaran Agama Kristen)
Buku yang dipersembahkan kepada Raja Francis I. Supaya Raja mengerti penjelasan pokok iman reformasi , apa yang benar-benar diajarkan dan dipercayai. Calvin terus merevisinya dan membuatnya lebih akurat dan lebih mudah dimengerti.
Orang-orang terus mengagumi karyanya sebagai satu dari penguraian yang paling jelas mengenai iman Reformed.
lanjutttt part 2..
